KICAU: Tradisional vs Moderen


photogrid_1478388369360

Sebenarnya, apa yang membuat manusia moderen merasa lebih beradab hidupnya daripada manusia yang cara hidupnya masih ‘tradisional’? Apakah kita merasa lebih beradab dari nenek moyang kita yang menggunakan daun untuk pembungkus makanan, sementara kita menyampah plastik hingga memenuhi lautan-daratan. Sebagaimana tidak semua tradisi itu bagus dan harus dilestarikan, begitupun yang kita sebut dengan modernitas beserta teknologinya yang konon ‘paling mutakhir’.

Mengapa kita tidak berusaha melangit sekaligus mengakar? Melejitkan potensi manusia dan alam dengan mengetahui batas-batas. Mengeksplorasi tanpa harus mengeksploitasi. Mengelola materi-materi namun terus menggali kedalaman spiritual, sehingga tak kehilangan esensi diri. Membangun peradaban dengan mengikuti bahasa-bahasa alam.

Apakah manusia moderen dengan teknologi gedung pencakar langitnya sudah berhasil memecahkan misteri pembangunan piramida kuno atau Borobudur yang majestic? Mengapa kereta kuda dianggap ketinggalan jaman daripada mobil? Karena kalah cepat dalam bergerak. Memang. Tapi, dalam hal menjaga kelestarian lingkungan, teknologi mobil masih kalah jauh dibandingkan teknologi kereta kuda. Tradisional dan moderen adalah dua jenis peradaban yang memiliki teknologi berbeda. Yang satu tidak lebih baik dari yang lain. Keduanya harus saling tarik-menarik untuk membuat keseimbangan baru. Peradaban yang baru.

……
It’s never too late to reinvent the bicycle
……
(System Of A Down-Innervision)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s