HIKMAH KUCING


photogrid_1478378333473

(narasi berkode)

BIAR aku ceritakan padamu kisah yang mengherankan tentang kucing-kucingku; Tuki si coklat dan Blacky si hitam.

BERBEDA. Amat berbeda. Kamu bisa lihat, kan? Warna bulu, jenis kelamin, bahkan sifatnya. Terang dan gelap, betina dan jantan, agresif dan kalem.

AKU amati. Tuki selalu menyerang Blacky terlebih dulu. Blacky diam. Blacky menghindar. Tetapi, akhir-akhir ini, Blacky yang kalem melakukan perlawanan.

KAMU pasti bisa menebak, mereka pun menjadi sering berkelahi. Namun, anehnya, kucing-kucingku seolah tahu batas dalam berkelahi. Tidak pernah aku menemukan mereka luka-luka karena berkelahi. Apakah ini sekedar insting? Ataukah mereka mulai berevolusi menjadi hewan yang beradab dan memiliki akal budi? Mengerti arti ‘Cinta Tanah Air Bersama’, yaitu menjaga ketentraman rumah di mana mereka hidup berdampingan?

SATU hal lagi yang mengherankan aku. Setiap kali tiba waktu makan, Tuki dan Blacky menjadi akur. Aku tidak tahu apakah kucing memang memiliki kemampuan untuk mengkompromikan perbedaan demi kedamaian saat jam makan? Ataukah mereka sadar, jika berkelahi, nasi pindang itu bisa kacau berantakan dan akhirnya merugikan dua-duanya? Artinya, apakah mereka mengenal makna ‘Demi Kemaslahatan Bersama’?

MANUSIA penuh keterbatasan semacam aku tak akan paham. Ketika kucing-kucing mengeong, sesungguhnya mereka sedang menyerukan Ikrar Bangsa Kucing: berbeda-beda, namun tetap sama-sama kucing juga! Hidup Kucing!

*kisah ditulis berdasarkan kejadian nyata dalam dunia perkucingan

(Eryani W)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s