Nguping BBW Oktober 2016: Pendulum Kehidupan


bbw-okt

(menuliskan kembali hasil nguping konsep kehidupan dari Mas Sabrang ‘Noe Letto’ dalam forum Bang-Bang Wetan, 16 Oktober 2016)

Kehidupan itu dinamis bagaikan sebuah pendulum yang berayun. Semakin jauh dari titik pusat pendulum, maka ayunan semakin kencang. Semakin dekat dengan titik pusat, maka ayunan akan semakin tenang, dan akhirnya berhenti tepat pada titik pusat.

Hidup selalu berayun dari bahagia ke sedih, dari sedih ke bahagia. Semakin jauh kita dari Tuhan yang merupakan titik pusat kehidupan, maka semakin terombang-ambing kita antara bahagia dan sedih. Semakin kita menolak perasaan perasaan itu, kita akan semakin terombang-ambing.

Maka, jika kita ingin tenang, caranya adalah dengan merangkul baik perasaan bahagia ataupun sedih. Dengan begitu, kita akan menjadi UTUH, sebab perasaan perasaan itu adalah bagian dari diri kita. Itulah tujuan kita; mencari KEUTUHAN HIDUP, dan bukan mencari KEBAHAGIAAN. Ketika kita utuh, kita akan mampu mengenal diri sendiri. Barangsiapa yang mengenal diri sendiri, akan mengenal Sang Titik Pusat Pendulum Kehidupan, yaitu TUHAN.

(Eryani W.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s