Reborn (Nyanyian Burung Api)


phoenix-500469_1280

Malam membisu

Kulihat sesuatu

melalui jendela hatiku

Burung itu berekor panjang,

hinggap pulang pada dahan yang hampir tumbang

Luka

Menganga

Tak ada lagu ‘tuk dinyanyikan, 

kecuali kepedihan dan kesedihan

“Seharusnya, semua baik-baik saja

Aku telah berusaha sekuat tenaga

Namun semua tak sebaik yang seharusnya

Seharusnya, semua baik-baik saja

Aku telah melewati segala perjuangan

Namun, semua menemui kegagalan

Aku sangat takut berakhir di jalan buntu

Aku sangat takut jatuh dalam kegelapan yang tak menentu…”

Airmataku memburu,

Nyala api membakar bulu-bulu burung itu

Aku menangis,

burung itu melolong tak habis-habis

Kami sama

Kami menangis dan melolong kepada rembulan,

kepada bintang-bintang yang bertebaran di atas lautan,

kepada langit yang menaungi daratan,

Semua menjawab dalam diam

“Bercerminlah pada Air Kesadaran…”

Kusucikan pandangan ini,

menatap dalam genangan airmata sendiri

Tak ada siapapun, kecuali abu si burung mati

Aku terbentur jalan buntu

Aku terjatuh dalam kegelapan tak menentu

Tidak.

Burung itu perlahan bangkit dari tumpukan abu

Ini bukan akhirmu dan bukan akhirku

Airmataku jatuh membasahi bumi,

burung itu menyala dalam api

Aku menari,

dia bernyanyi

Kami sama

Burung Api lahir kembali

dari abu kematiannya sendiri

Kami sama

(Eryani Widyastuti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s