SEHARI BERSAMA BOS: A Glimpse of A Homeschooler Day


–BOS: Bocah Ora Sekolah. Ora Sekolah Tetep Sinau–

sehari bersama bos

Dalam masyarakat, begitu banyak bertebaran persepsi mengenai homeschooling. Ada yang menganggap homeschooling itu melulu mahal, eksklusif, diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus, kurang sosialisasi, dan lain sebagainya. Mungkin ada benarnya, karena terdapat pelaku-pelaku homeschooling yang menjadi dasar gambaran tersebut. Namun, gambaran tersebut tidaklah mewakili pelaku-pelaku homeschooling lain. Homeschooling begitu beragam bentuknya, sebab setiap pelaku homeschooling memiliki cara khas masing-masing dalam menjalankan kesehariannya. Cara itu terentang mulai metode klasikal dengan lembar belajar, buku-buku teks, dan pembelajaran terstruktur; hingga metode bebas dengan patokan kecenderungan alamiah anak; atau percampuran antara dua gaya tersebut.

Semoga potret sekilas keseharian BOS berikut bisa memberikan sedikit gambaran kepada siapapun yang masih bertanya-tanya mengenai homeschooling. Tulisan pendek ini memang tidak bisa menggambarkan keseluruhan aktivitas/pengalaman BOS dalam sehari, tetapi cukup untuk menggambarkan kegiatan yang dominan dalam satu hari. Sementara kegiatan-kegiatan lain tidak saya ceritakan. (Mungkin lain kali, ya? 🙂 )

Selamat membaca!

Tanya: “Apa yang dilakukan Bocah Ora Sekolah, ketika kebanyakan anak sibuk bersiap berangkat menuntut ilmu ke sekolah?”

Jawab: “Membuat skenario tes tabrakan mobil di lapangan depan rumahnya…”

wp-1459860281513.jpeg

Tanya: “Bagaimana Bocah Ora Sekolah menjalani hari, saat kebanyakan anak belajar di sekolah?”

Jawab:
Hari ini, aku sedih karena semua teman pergi ke sekolah. Padahal, kalau mereka sedang libur, kami bisa bermain bersama. Seperti hari Minggu kemarin, kami asyik sekali bermain mobil-mobilan bersama.
Melihat aku murung, Ibu mengajakku bermain ular tangga sebentar, lalu berkata, “Ah, aku punya ide asyik!”
Ternyata, Ibu mencampur air, cuka, dan baking soda. Keluarlah gelembung-gelembung yang mendesis seperti ular, meluap hingga tumpah! Seru! Gara-gara itu, kepalaku jadi dipenuhi banyak ide lain. Aku lanjut bermain tepung dan mobil-mobilan. Pura-puranya, mobil-mobil itu terjebak salju. Setelah itu, aku bermain air di kamar mandi. Aku ‘nyemplung’ ke bak air. Jadi seperti berenang, deh! Selesai berganti baju, aku ajak Ibu untuk membuat api dengan bantuan lup. Aku tahu caranya, karena kemarin Bapak mengajariku. Aku tumpuk koran dan tisu sebagai bahan bakar, sementara Ibu yang membuat titik apinya. Oh, rupanya koran lebih mudah terbakar daripada tisu. Cepat-cepat, kutiup koran yang mulai terbakar itu, hingga muncul lidah api. Yey! Berhasil!
Hm, akan aku ceritakan permainan seruku hari ini pada teman-teman nanti sore, sewaktu kami main bersama. Pasti mereka suka.

pixlr_20160404123228668_20160404124127118.jpg

*pic: bersantai dengan kucing liar yang sering mangkal di rumah, setelah melewati hari yang sibuk

Tanya: “Ketika kebanyakan anak pulang sekolah, istirahat, lalu pergi les dan mengerjakan PR, apa yang dilakukan Bocah Ora Sekolah?”

Jawab:

Sudah jam 2 siang, dan Ibu sudah mengajakku untuk tidur siang dari tadi. Aku terus mencari alasan supaya aku terhindar dari tidur siang. Jadi, aku katakan pada Ibu bahwa aku belum mau tidur karena masih membaca buku-buku yang berserakan di kasur. Tiba-tiba, aku mendengar suara teman-teman di lapangan. “Bolehkah aku tidak tidur siang?” pintaku. Ibu mengangguk dan aku langsung berlari keluar. Senangnya bertemu kembali dengan teman-temanku! Kami bermain sepeda, mobil-mobilan, kejar-kejaran, dan main layang-layang secara bergantian. Serunya!

Hatiku semakin gembira, karena setelah sholat Magrib, aku diperbolehkan main gadget lagi. Yey! Sudah satu minggu aku tidak main gadget sama sekali, sebagai konsekuensi karena aku marah-marah saat jatah bermain gadgetku habis. Biasanya, selesai main gadget, aku bermain kartu, ular tangga, atau membuat video tes tabrakan mobil bersama Bapak. Tapi, hari ini, aku mau istirahat saja, ah. Aku sudah mulai mengantuk. Jadi, aku mau santai di kasur dan minta Ibu membacakan buku Sejarah untuk Pembaca Muda seperti biasa. Aku suka buku itu. Tokoh yang paling kuingat adalah Raja Iskandar Zulkarnain dan Raja Barbarossa.

Dan besok, aku sudah punya rencana membeli bubur ayam keju favoritku dan membuat topeng bersama teman-temanku. Ibu yang menggambar topengnya, sementara aku yang mewarnai. Lalu, kami akan membuat api dengan lup lagi, main mobil-mobilan lagi, lari-lari lagi… sampai capek!

wp-1459859473821.jpeg

(Eryani Widyastuti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s