Bermain Detektif ala B.O.S.


detektif bos

(BocahOraSekolah. Ora sekolah, tetep sinau)

Kemarin, BOS dan Ibu tidak sengaja menemukan sebuah keasyikan baru. Ketika itu, kami sedang berjalan pulang dari Kantor Pos. Jalanan yang kami lewati cukup nyaman dengan aspal halus, tak banyak kendaraan berlalu lalang, dan diapit oleh jajaran pepohonan rindang. Sayangnya, kami menemukan begitu banyak sampah berceceran. Terutama pada bagian jalan di depan sebuah sekolah menengah atas yang kebanyakan siswi-siswinya berpakaian muslim. Sempat terpikir dalam benak Ibu, apakah berpendidikan dan dihuni mayoritas muslim (yang bermoto ‘kebersihan sebagian dari iman’) belum cukup untuk menjadikan sebuah lingkungan berkondisi bersih? Ah, jadi teringat rumah sendiri yang masih berantakan dan belum dibersihkan. 😀

 

Rupanya, sampah-sampah itu menjadi inspirasi untuk kami. Karena BOS suka sekali dengan topik kriminalitas, maka kami pun berpura-pura menjadi detektif. Sampah-sampah itu kami jadikan ‘barang bukti’ untuk dianalisa. Misalnya, ketika kami menemukan sebuah potongan bemper bekas.

 

“Waah! Apa ini? Warnanya hitam dan bentuknya aneh!” seru Ibu.

 

“Ini bemper!” sahut BOS.

 

“Kira-kira, bagaimana kejadiannya sampai bemper ini bisa tergeletak di tepi jalan?”

 

“Hmm. Aku rasa, bemper ini lepas!”

 

“Ah, benar juga! Analisa yang masuk akal. Lalu, kenapa bagian ini keropos?”

 

“Artinya sudah tua!”

 

“Kenapa di bagian ini ada sobekan dan lubang-lubang?”

 

“Artinya rusak!”

 

Lantas Ibu membantu BOS membuat kesimpulan dengan sedikit bumbu imajinasi. “Mungkin, waktu itu ada sepeda motor lewat dengan sedikit nge-drift…’ckkiiitt’! Karena bempernya sudah tua dan rusak, akhirnya bemper itu terlepas dan jatuh di lokasi ini.”

 

“Betulll!” BOS tampak puas dengan hasil analisa Ibu.

 

Berikutnya, kami menganalisa botol-botol plastik, bungkus jajan, dan lain-lain. Mencoba memunculkan berbagai pertanyaan, seperti mengapa botol ini tergeletak tanpa tutup, sementara yang di sana masih bertutup? Mengapa dalam bungkus ini masih tersisa sedikit makanan? Apa yang terjadi sebelum bungkus ini dibuang?

 

“Ibu! Lihat! Aku menemukan barang bukti! Ada sebuah tisu dengan warna merah muda!” BOS memungut selembar tisu putih terlipat dengan saputan warna pink gelap.

 

“Hah? Sungguh aneh! Apa analisamu terhadap tisu ini?”

 

“Warna merah muda ini adalah darah! Ada orang sakit demam berdarah. Hidungnya mengeluarkan darah, diusap dengan tisu ini, lalu dibuang!”

 

“Haaa! Benar-benar! Aku rasa juga begitu!”

 

Permainan ini cukup mengasyikkan, sehingga kami pun melanjutkannya lagi pagi ini bersama Bapak. Tak hanya meneliti barang bukti, kami juga mengumpulkan barang bukti, memasukkannya dalam kresek, dan setelah penuh, kami buang di tong sampah. 🙂

 

(Eryani Widyastuti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s