Menelusuri Minat ala BOS: Car Crash Test


Beamng

Periode Awal

Saat BOS balita, kami memiliki harapan supaya ia mengisi masa kecilnya dengan kegembiraan bermain. Seperti orangtua pada umumnya, kami membelikan ia mainan yang lucu, menarik, colorful, merangsang ketrampilan motorik, dan lain sebagainya. Mainan edukasi yang sedang nge-tren kala itu pun tak luput kami angkut pulang.

Tetapi, rupanya, BOS memiliki selera lain. Ia tidak begitu tertarik dengan mainan yang kami beli dari toko. Hanya sekali dua kali dimainkan. Setelah kami amati, rupanya, BOS lebih tertarik meremas-remas lembaran koran dan tas kresek, memainkan alat-alat masak, menggelindingkan bola dan botol, bermain air dan tanah, serta mengejar kucing dan kupu-kupu. Kami, yang kala itu getol membaca artikel tumbuh kembang anak, dibuat penasaran; sebenarnya, ke manakah arah minat anak kami? Meskipun kepala kami masih dipenuhi pertanyaan, kami tetap berusaha memasuki dunia bermainnya, mencoba mengembangkan ketertarikan itu menjadi permainan-permainan yang lebih seru, sembari tetap mengamati perkembangan minatnya.

Periode Patung Kecak

Menjelang usia dua tahun, kami bepergian ke Bali dan menginap di sebuah tempat yang memiliki air mancur dengan patung manusia sedang melingkar, menarikan Kecak. Saat itu, patung dan air mancur bukanlah hal yang membuat kami tertarik. Namun, reaksi BOS amat berbeda. Ia sangat terkesan dan antusias. Dan, hal  tersebut terbawa sampai pulang ke rumah. Setiap hari, BOS minta digambarkan patung kecak, lengkap dengan air mancurnya. Kami langsung berpikir. Oh, mungkin minatnya ada di bidang seni!

Menemukan hal baru ini, tak mengubah metode kami dalam menyikapinya. Seperti di awal usianya dulu, kami berusaha mengikuti apa-apa yang menjadi kesukaan BOS dan bermain bersamanya. Mulai dari menggambar patung, membuat patung dari plastisin, membuatkan ikat kepala dari bahan seadanya, dan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki patung.

Setelah kami ikuti terus perkembangan minatnya, meski menyukai patung, kami berkesimpulan bahwa BOS tidak memiliki minat di bidang seni. Sebab ia tidak suka aktivitas prakarya semacam menggambar, menggunting, dll. Lalu, mengapa ia begitu menyukai patung? Benar-benar misterius.

Periode Car Crash Test

Suatu ketika, BOS menunjukkan ketertarikan pada mobil, selain pada patung. Ia paling suka mengamati bentuk, warna, menebak nama-namanya, serta memainkan game mobil. Ibu yang tidak menyukai topik per-mobil-an terpaksa harus masuk ke dunia itu.

Setelah diamati, selama bermain atau menonton video, selalu saja adegan tabrakan mobil yang menjadi pusat perhatiannya. Kami pun mencari tahu informasi tentang tabrakan mobil ke sana-kemari. Berusaha mengarahkan minatnya ke arah yang lebih ilmiah. Akhirnya, ketika usia 4 tahun bertemulah ia dengan minatnya yang lebih spesifik: Car Crash Test. Tes tabrak mobil yang dilakukan badan tes otomotif resmi untuk mengetahui tingkat keamanan suatu jenis mobil. Sementara ketertarikannya pada patung mengambil bentuk baru menjadi Dummy, semacam manekin canggih yang dipakai dalam tes tabrak mobil sebagai pengganti manusia.

Ini bukanlah minat yang umum di lingkungan kami, bahkan di Indonesia sekalipun. Maka, kelimpunganlah kami mencari bahan belajar berdasarkan minat tersebut. Mulai dari mencari video sampai membuat sendiri buku yang bahannya kami dapat dari website-website car crash test semacam Euro NCAP. Hingga belajar sejarah tes tabrak mobil.

Dan akhirnya, kami berjodoh dengan game ini: BeamNG Drive. Sebuah game simulasi car crash test yang kami beli secara online. Dalam game ini, pemain bisa menentukan sendiri jenis mobil,macam tabrakan, dan lingkungannya. Gerakan obyek-obyeknya di buat semirip mungkin dengan yang asli. Bahkan ada opsi untuk mengganti gaya gravitasi, mau gravitasi bumi, matahari, bulan, mars, dan lain-lain. Sangat rumit bagi anak usia 5-6 tahun, dengan fungsi kombinasi tombol keyboard. Tapi, herannya, dia terlihat menikmati dan antusias sekali, meski belum bisa memainkan game secara sempurna.

Awalnya, game ini menjadi bahan pelajaran kami sekeluarga. Belajar memainkan game bersama dan berburu tutorialnya di internet , hingga beberapa waktu. Sampai suatu hari, ia menemukan WhyBeAre, seorang Youtuber yang selalu mengunggah tutorial BeamNG Drive. Dari WhyBeAre, BOS menemukan guru. Tak hanya belajar cara bermain game, minat BOS terhadap bahasa Inggris juga semakin tumbuh. Ia belajar berbicara bahasa Inggris secara langsung dari narasi tutorial yang diucapkan oleh WhyBeAre. 

Sementara, kami perlahan-lahan mengurangi porsi pendampingan kami dan membiarkannya mengembangkan sayapnya sebagai seorang pembelajar mandiri.

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca cerita-cerita keseharian BOS lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s