Mut Ingin Terbang


mut

SATU

Mut, si semut kecil, sedang berpikir bagaimana caranya supaya ia bisa mempunyai sayap.

“Aku ingin terbang tinggi di angkasa, melihat bunga-bunga bermekaran dari atas. Pasti indah sekali!”

Kebetulan, ia melihat dompet Ibu Semut yang tergeletak di meja.

“Ah! Ada dompet Ibu!”  Mut berjingkat-jingkat mengambilnya.

“Buat apa kamu membawa dompet Ibu, Mut?” Tiba-tiba Ibu Semut muncul dari belakang.

“Eh….engg….”  Mut kebingungan mencari alasan.  Ia takut sekali dimarahi Ibu.

DUA

Mut tertunduk.  “Maafkan aku, Bu… Aku ingin membeli sepasang sayap…  Aku ingin sekali terbang melihat padang bunga dari angkasa…”

Ibu terdiam sejenak.

“Ibu mengerti keinginanmu.  Tapi, bukan dengan cara mengambil uang dari dompet Ibu. Apa kamu tahu? Uang di dompet itu untuk membeli makanan kita sekeluarga.”  kata Ibu Semut sedih.

Mut mengerti penjelasan Ibu Semut.  Ia juga menyesal karena sudah membuat Ibu Semut merasa sedih.

“Tapi, Ibu senang kamu mau jujur mengakui kesalahanmu.” kata Ibu Semut lembut. “Ibu tidak punya uang lebih untuk membeli sayap buatmu.  Tapi, Ibu pikir, kamu tetap bisa melihat padang bunga dari angkasa, meski tanpa sayap.  Tidak semua yang kita inginkan harus dibeli, kan?”  kata Ibu Semut.

“Benarkah?  Bagaimana caranya?”  tanya Mut penasaran.

“Pergilah ke padang bunga Dandelion.  Lalu, perhatikan sekelilingmu dengan cermat.  Kamu pasti bisa menemukannya. ” Ibu Semut tersenyum penuh misteri.  Mut jadi bersemangat untuk mencari tahu.

TIGA

Sesampainya di padang bunga Dandelion, Mut duduk mengamati keadaan sekitar.  Warna kuning bunga-bunga Dandelion tidak nampak lagi, karena kelopaknya sudah berguguran.  Digantikan oleh semacam bola-bola putih mirip kapas pada ujung tangkainya.

“Apa itu ya?”  tanya Mut pada diri sendiri.

“Itu kumpulan benih bunga Dandelion.  Apa kamu datang ke sini untuk terbang juga?”

Beberapa semut kecil berkumpul di dekat Mut.  Wajah mereka riang sekali.  Mereka juga tidak punya sayap seperti Mut.

“Bagaimana caranya terbang tanpa sayap?”  tanya Mut.

“Itu mudah!  Kami sudah sering melakukannya!”

Para semut itu ramai-ramai menaiki salah satu tangkai Dandelion.  Masing-masing semut berpegangan erat pada satu benih bunga Dandelion. Mut meniru gerakan mereka.

Angin berhembus kencang.  Dan, wurrrr….!  Benih-benih itu ikut beterbangan lepas dari tangkai bunga, seperti kapas-kapas bertaburan di udara.

“Wow, ide yang seru!” Di udara, Mut berteriak gembira. “Jadi, ini  sebabnya Ibu menyuruhku pergi ke padang bunga Dandelion!”

Angin meniup benih-benih bunga yang dinaiki Mut dan teman-temannya hingga ke padang bunga sebelah. Mut terbelalak lebar. Bunga-bunga indah berwarna-warni mekar di bawah sana, bergoyang-goyang mengikuti irama angin.

Kini, Mut bisa terbang, meskipun tanpa sayap!

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca dongeng-dongeng lain? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s