Tumbuhkan Cinta Baca Ala BOS


cinta baca

(Bocah Ora Sekolah. Ora Sekolah Tetep Sinau)

Membaca Buku Adalah Bagian Dari Hidupku

“Hobiku main game car crash test!

Itulah jawaban BOS bila ditanya apa kegemarannya. Seringkali, ia tidak akan mengatakan bahwa ia hobi membaca buku. Padahal, saat bangun dan menjelang tidur, yang dilakukannya pertama kali adalah membaca buku. Bila kami menawarkan membacakan buku untuknya, maka ia akan pergi ke lemari, dan tak kembali bermenit-menit berikutnya. Setelah ditengok, BOS sedang asyik membaca di dekat lemari. Rupanya, ia memeriksa isi buku-buku untuk memilih salah satu. Tanpa sadar, ia ‘terjebak’ membaca sendiri.

Lain hari, ketika ia merengek minta bermain game, sementara jatah waktunya sudah habis, kami menyarankannya untuk membaca buku. Ia menolak mati-matian dengan berkata, “Aku tidak suka baca! Aku bosan baca!”. Tapi, setelah kami membacakan isi sebuah buku, ia akan terdiam, lantas berkata, “Teruskan!Teruskan!”

Terkadang, BOS juga membaca-baca buku apapun yang tergeletak di meja. Mulai dari “Tidak. Jibril Tidak Pensiun“-Emha Ainun Nadjib,  “Lorong Sakaratul Maut“-Agus Mustofa, sampai komik Kung Fu Boy-Takeshi Maekawa. Asal sampulnya menarik imajinasi, maka ia akan ‘terhipnotis’ membaca bagian dalamnya.

Juga, ketika berkunjung ke toko buku, ia seringkali kami temukan sedang duduk melantai sambil membaca sebuah buku dari rak di dekatnya.

Kami menyimpulkan bahwa BOS tidak menyadari kegemarannya membaca buku, karena aktifitas tersebut telah menjadi bagian dari hidupnya, menyatu dalam kesehariannya; sama seperti makan, minum, mandi, bermain, dan lain-lain. Lantas, bagaimanakah ia bisa sampai pada kondisi ini?

Bisa Baca=Suka Baca?

Kami menyadari bahwa bisa membaca dan suka membaca adalah dua hal yang sekilas sama, tetapi berbeda makna bila direnungkan. Anak yang bisa membaca belum tentu suka membaca. Anak yang suka membaca, pastilah ia bisa membaca; atau setidaknya akan tumbuh keinginannya untuk belajar membaca meski tanpa dipaksa, karena ia penasaran terhadap cerita yang terkandung dalam buku.

Oleh sebab itu, sejak bayi, kami membacakannya buku. Namun, tak ada respon waktu itu. Bisa dibilang, BOS tidak menikmati. Dengan jatuh-bangun, terus saja kami bacakan buku untuknya,  mengajaknya ke toko buku, dan membeli buku-buku berilustrasi yang sesuai dengan minatnya waktu itu.

Bila buku sesuai minatnya tidak ada di pasaran, maka kami mengeprint lembar-lembar gambar dari internet yang kami beri narasi sendiri, semisal tentang Unta dan Kincir Angin. Untuk topik rumit dan langka semacam car crash test, kami cukup copy-paste artikel dari website-website pilihan. Kami juga berusaha mengenalkan topik-topik baru untuk memperluas minatnya dan untuk mempelajari kecenderungan ketertarikannya.

buku dummy

Buku ‘Car Crash Test’ buatan sendiri

Teladan Membaca Buku dan Mengunjungi Toko Buku

Gadget adalah saingan terbesar buku-buku di rumah kami. Begitu terhanyut dengan benda canggih satu ini, sehingga banyak waktu produktif yang terbuang sia-sia. Termasuk waktu untuk membaca buku. Maka, kami pun bersepakat untuk lebih sering memilih membaca buku untuk mengisi waktu senggang dan membawa bekal buku ke mana pun kami pergi, supaya bisa dibaca saat menunggu pesanan nasi goreng di warung atau saat merasa bosan dalam perjalanan. Lambat laun, virus ini menular pada BOS.

Selain kebiasaan membaca yang berusaha kami contohkan, untuk menumbuhkan kecintaan membaca, kami seringkali mengunjungi toko buku. Ketika masih batita, BOS punya kebiasaan membuang-buang buku-buku dari rak toko. Kami banyak menahan diri untuk tidak memarahi. Kami bimbing ia mengembalikan buku ke rak semula. Tahap selanjutnya saat mencapai usia balita, BOS punya kebiasaan mengambil banyak buku (tak peduli judulnya) dan memberikannya pada kami. Lama-lama, ia masuk tahap bosan berada di toko buku dan seringkali mengajak segera pulang saat kami ke sana. Tetapi, kami tetap mengajaknya ke toko buku dan menunjukkan buku-buku yang mungkin menarik baginya. Lambat laun, sesuai perkembangan usia, tahapan berubah lagi. Ia ikut memilihkan buku untuk orangtuanya dan asyik membaca buku pilihannya sendiri di antara rak-rak toko.

Membaca= Membaca Buku?

Sesungguhnya, menjadi terlalu sempit bila kita memaknai kegiatan membaca hanya sebagai ‘membaca buku’ saja. Padahal, alam semesta, beserta para penghuninya; termasuk manusia, tetumbuhan, binatang, gunung-gunung, air, tanah, udara, situasi jaman, dan lain-lain; adalah buku agung yang terbuka dan siap dibaca oleh manusia-manusia yang mau berpikir.

Rupanya, perjuangan kami selanjutnya masih sangatlah panjang. 🙂

 

[Eryani Widyastuti]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca cerita-cerita keseharian BOS lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s