Belajar Bertanggungjawab Ala BOS: 45 Minutes CHEF


IMG_20150811_083514

 

(Bocah Ora Sekolah. Ora Sekolah Tetep Sinau)

Byukk!

Ibu sedang menyiapkan beberapa butir bawang di dapur untuk bahan sarapan pagi ketika mendengar suara itu.

“Garamnya tumpah…” BOS (6 tahun)  mengamati granul-granul garam kasar yang berhamburan keluar dari toples, tersebar di lantai dapur. “Harus aku bersihkan ya?

Ibu mengangguk sambil tersenyum. “Ya, tentu. Siapa yang menumpahkan, dia harus membersihkan. Seperti biasa.”

Beberapa menit kemudian, BOS mengeluh. “Melelahkan. Ini membuatku benar-benar capek. Ibu saja yang membersihkan sisanya, ya?”

“Maaf, tidak bisa. Lagipula, Ibu sedang memasak.” Ibu mulai mengupas bawang dan menyiapkan mie telur kering, serta bahan-bahan lain di meja dapur.

Jawaban Ibu malah membuat BOS semakin frustasi. Memprotes kenapa ia harus capek-capek membersihkan tumpahan garam dan kenapa Ibu tidak mau membantunya.

“Baiklah.” Ibu mengambil napas panjang, karena mulai tidak fokus memasak mendengar protes ini. “Kita tukar. Kamu masak mi telur dan Ibu yang membersihkan sisa tumpahan garam. Tetapi, masaknya harus sampai selesai, lho. Mulai mengupas bawang, mengiris bawang, menumis bumbu, merebus mi…”

“Baiklah. Aku mau.”

Ibu agak kebingungan mendengar jawaban mengejutkan ini. Biasanya, BOS tidak menyukai tantangan yang terasa berat atau rumit. Tapi, bagaimanapun juga, kesepakatan telah dibuat. Mari memasak!

“Kupas bawang, iris, sambil merebus mie…” Ibu mulai memberikan instruksi. “Waktu memasak 30 menit, karena kita harus segera makan. Ibu setrika dulu, ya?”

“Oke.” Jawab BOS ringan.

Benarlah perkiraan Ibu. Tak lama berselang, BOS sudah mengeluh kesulitan mengupas bawang. Ditambah lagi, ia harus membagi konsentrasi mengaduk rebusan mi di kompor sebelahnya, agar tidak meluap airnya dan matang rata. Maka, Ibu pun membimbingnya membelah bawang supaya lebih mudah mengupas. Setelah itu, Ibu lanjut menyetrika. Namun, sebentar kemudian balik ke dapur karena BOS masih saja kesulitan mengupas bawang.

“Bu! Ini sulit! Kenapa aku harus melakukannya?” BOS mulai frustasi. Ia menggeprak bawang dengan uleg-uleg batu seperti yang diajarkan Ibu, supaya ia lebih mudah mengupas.

“Bukankah ini pilihan kamu sendiri? Ingat kesepakatan kita tadi? Nah, itu. Mi-nya bagaimana? Sudah empuk belum. Coba cek.”

“Oh iya! Sudah!” Sahut BOS. Lantas, ia mengambil mangkuk untuk meniriskan mi.

Mi sudah matang dan siap diolah. Namun, masalah mengupas dan mengiris bawang belum juga selesai.

“Aku lelah… bolehkah aku istirahat? Ini melelahkan…” BOS mulai menangis dan marah. Beberapa kali tangannya terkena panas logam wajan ketika memasak mi. “Aku tidak mau melakukan ini!”

“Bukankah ini keinginanmu? Ibu hanya mengikuti. Kita sudah sepakat.” Ibu mencoba menjawab setenang mungkin. Dalam kondisi runyam semacam ini, hati Ibu tidak boleh ikut runyam. Jika itu terjadi, ‘mata pelajaran’ tanggungjawab hari ini bisa ikut kacau. “Masukkan kecap dan gula.”

Sambil terus menangis dan berteriak marah, BOS menggerakkan tangannya dalam bimbingan Ibu, mengaduk-aduk mi supaya tersalut bumbu secara merata.

“Kamu boleh menangis. Tetapi, tanggungjawab harus tetap dilaksanakan. Silakan memasak sambil menangis.” Ibu meringan-ringankan nada suara, menyabarkan diri menghadapi kehebohan ini. Mungkin, karena emosi yang meluap, wajan yang dipegang BOS tersenggol hingga miring. “Wooops! Ternyata, masak sambil marah-marah, malah membahayakan keselamatanmu sendiri. Iya nggak?

Waktu menunjukkan bahwa Ibu dan BOS telah berjibaku di dapur selama 45 menit. BOS pun mencicipi masakannya.

“Pas!”Katanya sambil mematikan kompor. Lalu, BOS memeluk Ibu. “Maaf, aku sudah marah tadi…”

Ibu pun balas memeluknya. “Ibu bahagia melihatmu berjuang bertanggungjawab dengan sungguh-sungguh hari ini. Cerita hari ini akan Ibu tulis. Supaya bisa menjadi pelecut semangat untukmu di masa depan: dulu, sewaktu berumur 6 tahun, kamu berhasil melewati sebuah perjuangan tanggungjawab yang melelahkan.”

Selamat makan!

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca cerita-cerita keseharian BOS lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

One thought on “Belajar Bertanggungjawab Ala BOS: 45 Minutes CHEF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s