BOS, Sepeda Roda Empat, dan Puzzle Balita


BOS Puzzle

B.O.S. (Bocah Ora Sekolah. Ora Sekolah, Tetep Sinau)

 

Kring-kring! Kring-kring!

Melihat anak-anak bermain sepeda dengan riang di jalan depan rumah kami memang menyenangkan. Kegembiraan terpancar dari kayuhan demi kayuhan, memutar laju dua roda sepeda.

Di saat yang sama, anak kami -yang usianya sebaya dengan anak-anak itu- masih asyik berkutat dengan sepeda  roda empat. Dulu, ketika anak-anak sebayanya mulai belajar sepeda, ia enggan berurusan dengan kendaraan kayuh ini. Butuh waktu lama untuk memotivasinya belajar naik sepeda.  Ketika kawan-kawannya lancar bersepeda roda empat, ia masih tertatih-tatih mengayuh dan mengalami kesulitan mengendalikan sepeda.

Meskipun tampak tertinggal dari anak-anak sebayanya, kami memutuskan untuk tidak memaksa anak untuk menguasai sepeda. Kami tetap memotivasinya. Dengan menunjukkan betapa senangnya kami bersepeda di pagi hari. Alih-alih menunjukkan ketertinggalannya dari kawan-kawannya, kami memasang botol plastik di roda sepedanya sehingga mengeluarkan bunyi mirip bunyi sepeda motor dan berhasil membuatnya bersemangat mengayuh pedal.

Menyadari di mana letak kelebihan dan kekurangan anak kami, serta memahami cara dan kecepatan belajarnya melalui observasi dari waktu ke waktu, kami menjadi semakin menghargai setiap kemajuan yang dibuat oleh anak kami. Terlepas kemajuan itu sesuai standar umum atau tidak. Karena proses home learning/homeschooling keluarga kami tidak diadakan untuk memenuhi standar apapun, kecuali berusaha seoptimal mungkin mengikuti perkembangan fitrahnya.

Inilah kenyataan yang kami jalani. Bahwa home learning/homeschooling tidak selalu berarti lompatan-lompatan hebat yang dilakukan oleh anak-anak. Adakalanya, juga berarti proses belajar sesuai dengan fase tumbuh kembangnya sendiri. Seperti tempo hari: anak kami baru memainkan jigzaw puzzle untuk standar anak usia 3 tahun di usianya yang 6 tahun.

Home learning/homeschooling tidak selalu berarti anak-anak menjadi lebih hebat/pintar dari yang lain. Ada hal yang lebih penting. Ini adalah tentang bagaimana anak-anak menikmati proses belajar dia sendiri.

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca cerita-cerita keseharian BOS lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s