DONGENG ANAK: Burung-Burung Didi


burung didi

Ketika Didi sakit, ia merasa seperti terkurung. Tidak bisa bebas bermain di luar. Lalu, bagaimana dengan burung-burung kesayangan Didi yang terkurung dalam sangkar? Apakah mereka merasakan hal yang sama dengan Didi?

photogrid_1464649327246.jpg

Didi sangat menyukai burung.  Saking sukanya, Didi tak pernah sekali pun terlewat menonton acara Dunia Burung di televisi.

“Oya!  Di depan sekolahku kan ada paman penjual burung-burung kecil.  Hmmm…aku mau mengumpulkan uang sakuku, ah!  Aku mau beli burung!”  cetus Didi.

Karena rajin menabung, sekarang Didi sudah memiliki tiga burung kecil.  Didi juga membelikan sangkar untuk masing-masing burung itu.  Mereka dirawat dengan baik oleh Didi.  Dimandikan, diberi makan-minum, bahkan sering diajak mengobrol.  Ketika burung-burung itu berkicau dan meloncat-loncat dalam sangkar, Didi merasa gembira.

Namun, tak lama kemudian, Didi jatuh sakit.  Kata Dokter, ia harus banyak-banyak istirahat di tempat tidur.  Tidak boleh pergi sekolah, bermain di luar bersama teman-temannya, juga tidak boleh bersenang-senang dengan burung-burung kecilnya.  Didi sedih sekali.

photogrid_1464649354655.jpg

“Biar Bapak yang merawat burung-burung itu sampai kamu sembuh benar.”  Kata Bapak.

“Iya, Pak.  Terima kasih…”

Sehari-dua hari Didi masih menikmati keadaan.  Ibu membuatkan puding buah dan soto ayam kesukaannya.  Ibu juga yang menyuapi dan menyeka badan Didi.  Wah…serasa jadi Raja Kecil, deh!

Tapi, lama-kelamaan Didi menjadi bosan, karena ia jarang sekali keluar kamar dan tidak boleh bermain di luar rumah.  Didi termenung sedih memandang keluar jendela, melihat teman-temannya sedang bermain riang di luar.  Ah, ia jadi teringat akan burung-burung kecilnya.

“Apa begini ya, rasanya menjadi burung dalam sangkar…?” batin Didi.

“Diberi makan-minum, dimandikan…tapi tidak bisa bebas terbang di udara…apa mereka sebenarnya juga merasa sedih seperti aku ini ya….”

Malam itu, Didi bermimpi mendengar kicauan burung-burungnya.  Merdu sekali.  Tapi, entah bagaimana mulanya, tiba-tiba Didi memahami arti kicauan itu.  Bukan kicauan riang, melainkan….

“Didi….Didi….tolong bebaskan kami….!” Teriak burung-burung itu memilukan.

photogrid_1464649366678.jpg

Begitu Didi sembuh dari sakit, ia segera bercerita tentang apa yang ia pikirkan kepada Bapak.

“Kasihan, Pak. Aku ingin sekali membebaskan burung-burung itu.  Tapi, aku masih senang memelihara mereka.  Kalau mereka pergi….”

Bapak mengerutkan kening. “Kamu jadi sedih?  Hmm…rumit juga ya?”

Beberapa hari kemudian, Bapak berhasil menemukan solusi untuk masalah Didi.  Beliau membangunkan Didi pagi-pagi, mengajaknya ke halaman belakang.  Di sana sudah tergeletak beberapa potong papan, balok kayu, dan peralatan pertukangan.

“Kita akan membuat Rumah Burung, Di.  Kita buat sebagus mungkin ya?  Supaya banyak burung yang datang berkunjung ke sini.  Nanti kamu juga bisa memberi mereka makan dan mendengarkan kicauannya.  Namun, burung-burung itu tetap bisa bebas terbang sesuka mereka.  Bagaimana?”

“Wah, Bapak hebat!”  puji Didi.

Setelah rumah burung selesai dibuat, Didi segera melepaskan burung-burung kecilnya.

“Ayo…ayo…masuk ke rumah baru kalian!”  teriak Didi ceria.

Namun, burung-burung itu malah terbang ke angkasa.  Didi tertunduk lesu.

“Sabar….sabar….kita tunggu beberapa hari lagi, Di.”  Bapak menepuk-nepuk pundak Didi.

photogrid_1464649381157.jpg

Ciipp…ciipp… ciipp…

Suatu pagi, Didi dikejutkan oleh ramainya kicauan burung.  Ia segera melompat dari tempat tidur, dan berlari ke halaman belakang.  Oh!  Rupanya, banyak burung berkumpul di sana.  Ada juga yang keluar masuk rumah burung.  Mereka asyik mematuki makanan yang disediakan Didi.

“Bapak!!  Burung-burungnya datang!”  Didi melonjak-lonjak kegirangan.

Mungkin, beberapa dari burung-burung itu adalah burung-burung yang pernah dibebaskan oleh Didi.  Kalau memang benar, kicauan-kicauan itu berarti….

“Terimakasih, Didi… terimakasih…!

[ Eryani Widyastuti ]

 

—————————————————————————–

Ingin membaca dongeng-dongeng lain? Klik di sini.

—————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s