Mencari Pendidikan Sejati (Bagian 1): Tiga Pertanyaan Mendasar


pendidikan sejati1

“Buk, tolong catat apa yang aku ucapkan. Tulis di blog-mu.”

Sore ini, sepulang kerja, suami langsung menodong saya untuk merekam pemikirannya yang tertumpah ruah tentang pendidikan. Memang, bagi kami, topik pendidikan menjadi bahan obrolan seru sehari-hari. Suatu kali, penuh kegelisahan dan keprihatinan; kali yang lain penuh optimisme serta percikan pandangan-pandangan baru. Sedangkan kali ini, kami membahas tentang pencarian pendidikan sejati.

Pencarian ini mewujud dalam bentuk 3 pertanyaan mendasar yang harus direnungkan dan bisa menjadi bekal untuk mengembangkan konsep pendidikan macam apa yang ingin kita terapkan dalam keluarga.

1. Mengapa manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna?

2. Kodrat (blue print) seperti apakah yang ditanamkan Tuhan pada diri manusia sebagai individu?

3. Apakah tujuan Tuhan menciptakan kita di dunia?

Masalahnya, apakah realitas pendidikan di Indonesia saat ini bisa membantu kita untuk menjawab 3 pertanyaan di atas? Sebagai contoh; secara alami, otak kanan dan otak reptil berkembang pada usia dini seorang manusia. Tetapi, apakah yang dilakukan oleh dunia pendidikan? Secara massal, anak-anak usia dini diberi porsi pengembangan otak kiri yang jauh lebih banyak dibandingkan porsi pengembangan otak kanan dan reptil-nya. Jika direnungkan, bukankah hal ini adalah sesuatu yang melawan kodrat/aturan Tuhan? Lalu, bagaimana kita bisa mencapai kualitas makhluk sempurna bila kita tidak mengikuti ‘aturan main’ Sang Pencipta kita?

Dengan konsep ini, kami menemukan bahwa, tantangan terbesar kami dalam menjalankan pendidikan berbasis keluarga bukanlah dalam mengajari anak Ca-Lis-Tung atau sains. Bila diberi ruang, anak bisa mempelajari hal-hal tersebut secara mandiri dengan bimbingan minimal dari orang dewasa. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana orangtua bisa mewujudkan kodrat anak (menerjemahkan blue print) melalui proses pendidikan ini. Apalagi jika orangtua sudah jauh dari kodratnya sendiri dan masih meraba-raba mencari kesejatian.

[ Eryani Widyastuti ]

Bersambung ke Mencari Pendidikan Sejati 2: Pendidikan yang Berketuhanan

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca pemikiran-pemikiran lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s