BELAJAR DARI ULAT


belajar ulat

Sembari menunggu petang, tak sengaja mata ini dituntun untuk melihat seekor ulat yang sedang asyik menikmati pucuk daun yang masih muda di kebun samping rumah. Seolah tak dihiraukannya terpaan angin yang sedari dua hari lalu sangat kencang berhembus mengombang-ambingkan dedaunan. Sempat terpikir betapa hari-hari sang ulat hanya dihabiskan untuk makan, tidur, lalu akan mati (jika kebetulan bertemu dengan orang yang merasa geli dan jijik melihatnya). Lantas bagaimana dengan hidup ini? Apa juga akan ‘mengadopsi’ cara hidup seperti ulat? Akhirnya bisa ‘sinau’ juga makna Kebermanfaatan. Karena hanya dengan bermanfaat bagi sesama lah kita bisa merasakan hidup yang benar-benar ‘Hidup’. Tapi ternyata ulat juga akan ‘malih rupa’ jika telah memasuki fase ‘puasa’. Bisa berubah menjadi kupu-kupu yang mengundang kekaguman banyak mata yang melihatnya. Maha Besar Allah, bahwa tak åd̲̮̲̅͡å yang sia-sia dari semua ciptaanNya. Semoga dengan niat kebermanfaatan, diri yang kerdil ini mampu berdaya guna maksimal.

[ Ratih Puspa ]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s