Resensi Buku: Menjadi Manusia (Belajar Dari Aristoteles)


aristoteles

Penulis: Franz Magnis-Suseno
Penerbit :Kanisius

Ternyata di jaman sekarang masih ada buku berharga murah (tidak sampai 30 ribu rupiah), kecil, tipis, karya orang yang kualitasnya tak diragukan lagi, dan isinya begitu padat lagi mencerahkan.
Romo Franz Magnis-Suseno dengan bahasa sederhana menjelaskan pemikiran filsuf Yunani Aristoteles yang mungkin rumit bagi orang awam seperti saya. Meskipun sudah lewat 2300 tahun, menurut beliau, pemikiran Aristoteles tentang konsep manusia masih relevan dan bisa digunakan sebagai acuan pada abad 21 ini.

Tujuan Hidup Manusia

Sebagai manusia, tentulah kita pernah dihinggapi pertanyaan ini: Apa tujuan hidup manusia? Menjadi kaya? Menjadi terkenal?

Aristoteles menyimpulkan, bahwa tujuan sejati manusia adalah menjadi BAHAGIA atau BERMAKNA. Tetapi, hal-hal yang bersifat ‘sarana’/’sementara’ seperti uang dan ketenaran sering menjebak manusia untuk menjadikannya sebagai tujuan utama.
Repotnya, Aristoteles menyatakan, sifat kebahagiaan itu adalah bila dikejar akan semakin menjauh/menghindari si pengejar. Tak seorangpun akan merasa bahagia bila ia menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan. Oleh karena itu, manusia hendaklah memfokuskan diri pada ‘nilai-nilai Keutamaan’ dalam hidup. Perbuatan keutamaan ini akan membimbing manusia menjadi Manusia Utama. Dengan begitu, secara otomatis, kebahagiaan akan datang sendiri dalam kehidupan manusia, meskipun tidak dikejar.

Jenis Aktifitas Untuk Kebahagiaan Hidup

Untuk meraih hidup yang bahagia atau hidup yang bermakna, manusia harus MENGEMBANGKAN DIRI melalui aktifitas nyata dalam kehidupan.  Aktifitas apa sajakah itu?
Pertama: menjadi manfaat bagi banyak orang akan membawa kebahagiaan bagi manusia sesuai hakikatnya sebagai Zoon Politikon (makhluk sosial).
Kedua: melakukan perenungan/pencarian akan nilai kebijaksanaan (berfilsafat). Dengan berfilsafat, manusia akan menemukan unsur Ilahi dalam dirinya, dan penemuan itu akan membawa kebahagiaan yang mendalam bagi dirinya.

*Terdapat catatan tentang penolakan Aristoteles tentang konsep Hedonisme yang dinyatakan oleh Epikuros bahwa “Kalau kamu mau bahagia, hindarilah perasaan sakit dan usahakan rasa nikmat”. Cara meraih bahagia seperti ini bukanlah ‘khas manusia’, melainkan ‘khas binatang’. Manusia mempunyai Logos/Akal Budi, maka kegiatan yang dianggap khas manusia oleh Aristoteles untuk mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya adalah dengan memenuhi hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk yang mengandung sifat Ilahiah (Dimensi Sosial–bermanfaat bagi orang lain dan Dimensi Ruh–berfilsafat)

Arah Pengembangan Diri

Untuk meraih kebahagiaan, pengembangan diri manusia haruslah mengarah pada KEUTAMAAN (menjadi manusia utama).
Ada 2 keutamaan yang harus dibiasakan dalam kehidupan manusia:
Pertama: Keutamaan ETIS
Kedua: Keutamaan INTELEKTUAL (ada 5 jenis keutamaan intelektual, namun Aristoteles menekankan pada Phronesis, yaitu kebijaksanaan dalam hidup sehari-hari/praktis)

Ketika seseorang telah terbiasa melakukan keutamaan dalam hidup, maka ia akan mendapatkan hidup yang bermutu. Hidup yang bahagia, penuh makna.

Singkatnya, untuk menjadi bahagia, Aristoteles mengajak kita aktif berusaha mengembangkan diri menuju keutamaan. Karena, bermalas-malasan dan bernikmat-nikmat saja tidak akan membuat kita meraih kebahagiaan hakiki, malah akan menjauhkan diri kita dari hakikat manusia yang sebenarnya dan menjauhkan kita dari kebahagiaan itu sendiri.

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca resensi-resensi buku lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

3 thoughts on “Resensi Buku: Menjadi Manusia (Belajar Dari Aristoteles)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s