Resensi Buku: The Wisdom Of Mbah Nun – Mutiara Ilmu Maiyah Nusantara


wisdom mbahnun

 

Cak Nun… panjenengan ‘homeschool’ banget…

 

Itulah kesan saya saat membaca salah satu bagian dari buku yang disusun oleh Forum Macapat Syafaat ini. Saat pertama kali membukanya, langsung saja, mata saya mencari target: mutiarapendidikan seperti apa yang menjadi pemikiran Cak Nun?

Senang sekali ketika saya menemukan 3 butir mutiara ini; sebagai injeksi semangat saya dalam menjalani Homeschooling:

1. (Tanpa sengaja, ‘agak-agak’)  Homeschooler juga

“Selama ini banyak yang menyangka ilmu itu hanya ada di bangku sekolah dan perguruan tinggi saja. Itu semua betul. Tapi, bukan jalan satu-satunya, saya sendiri bisa membuktikan (tidak melalui bangku sekolah).”

*Sejauh yang saya ketahui, Cak Nun menempuh pendidikan lewat jalur formal, tetapi tidak selesai. Malah, menghabiskan lebih banyak masa untuk belajar dari ‘sekolah kehidupan’, termasuk belajar pada penyair sunyi Umbu Landu Paranggi di jalanan Malioboro, Yogyakarta.

2. Belajar di mana saja dan kapan saja

“Kita bisa belajar kapan dan di mana saja, nggak usah jauh-jauh. Teh misalnya. Anda minum teh, tapi gagasan anda tentang teh tidak ada perkembangan. Ya sama saja. Sampai kapanpun anda berpendapat bahwa teh itu kecoklat-coklatan, dimasukkan gula dan dimasukkan airnya. Tidak! Tidak hanya itu saja, harus ada perkembangan. Kalau anda mau berpikir, melalui teh anda bisa melihat dunia.”

“Sewaktu melihat teh, anda teringat pertanian teh, berapa manusia yang nasibnya sama dengan petani teh, sistem pemerintah dalam menangani teh, monopoli pemerintah tentang teh. Anda teringat Tomy, lalu penjualnya Mas Yanto. Dia termasuk tingkat yang mana dalam ekonomi masyarakat kita, berapa jumlahnya orang yang sama nasibnya dengan Mas Yanto, dan seterusnya.”

3. Konsep Pembelajar Mandiri

“Kalau anda ingin membuka gudang ilmu dengan mudah, maka anda harus melatih kepekaan, kecerdasan, imajinasi, analisa, dan semuanya harus dilatih terus. Kalau sudah dilatih, anda nanti nggak sukar memikirkan masalah. Karena sudah terlatih sendiri. Seperti usus anda berjalan sendiri dan membagi makanan ke dalam perut.”

Sesuai judulnya, buku The Wisdom Of Mbah Nun ini merupakan kumpulan kata-kata mutiara yang disarikan dari pengajian/diskusi Cak Nun bersama saudara-saudara Maiyah di seluruh Nusantara. Maka, tak heran bila isinya memiliki beragam warna/tema yang menyentuh persoalan rakyat Indonesia sehari-hari. Setiap butir mutiara dipaparkan tak pernah terlalu panjang, bahkan kebanyakan malah ‘berdurasi’ pendek. Membuat siapapun yang membaca merasa ‘penasaran’. Ingin ‘menyelam’ lebih dalam lagi, untuk menemukan mutiara-mutiara yang lain.

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

*note: judul per poin murni persepsi penulis sendiri, sedangkan susunan kalimat kutipan di bawahnya diambil dari buku ini.

———————————————————————————————————-

Ingin membaca resensi-resensi buku lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s