Pura-Pura Mengejar Tuhan


pura-pura mengejar tuhan

 

Aku bilang, banting tulang aku siang malam untuk mengejar Sang Pemberi Rejeki

Tapi ternyata, hanya rejekiNya saja yang kukejar bagi kenikmatan hidupku

Setelah aku tahu pintu-pintuNya, aku tinggalkan Dia di kegelapan pojokan

 

Aku bilang, susah payah aku selami kalam-kalam ilmu untuk mengejar Sang Muara Ilmu

Tapi ternyata, hanya manis ilmuNya saja yang kukejar bagi dahaga pengetahuanku

Setelah aku temukan mata air-mata airNya, aku tendang Dia ke tepian jurang

 

Aku bilang, peluh lelah aku membersihkan diri untuk mengejar Sang Maha Suci

Tapi ternyata, hanya simbol kesucianNya saja yang kukejar bagi tegaknya ketinggianku

Setelah simbol-simbolNya melekat padaku, kulepas Dia hingga terhempas

 

Aku bilang, remuk redam aku meminta ampunan untuk mengejar Sang Pengampun

Tapi ternyata, hanya kejapan ampunanNya saja yang kukejar bagi ketenangan hatiku

Setelah tenang, kulupakan tobatku, dan kutertawakan Dia di balik airmataku

 

Aku bilang

Berdarah-darah aku mengejar Yang Punya Keluasan Nama-Nama Mulia

Tapi ternyata, tetap saja

Duniaku terasa sempit

Dan menghimpit

 

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca puisi-puisi lain? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s