Dokter Dingo Yang Hebat


dokterdingo

SATU

Siapa yang tidak kenal Dokter Dingo di hutan kecil ini?

Ia adalah singa hebat. Pandai menyembuhkan hewan-hewan yang sakit, terampil meramu obat dari kebun tanaman obat yang ia tanam sendiri, menulis pesan-pesan kesehatan yang ia kirimkan sendiri ke setiap kotak pos di rumah para hewan hutan, dan masih banyak kehebatan Dokter Dingo lainnya.

Semua hewan selalu berkata, “Dokter Dingo, kamu memang hebat!”

Setiap hari, Dokter Dingo sibuk sekali. Melakukan ini dan itu. Tanpa kenal lelah. Dan, ia lebih suka melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan hewan lain.

“Butuh bantuan untuk mengirim pesan kesehatan, Dokter Dingo?” tanya Bangau, Si Tukang Pos.

“Oh, tidak. Terima kasih!” Begitu jawab Dokter Dingo setiap ada hewan yang menawarkan bantuan. Sebab, menurut Dokter Dingo, hewan yang hebat adalah hewan yang bisa melakukan segala sesuatu sendiri, tanpa bantuan hewan lain.

Aku melakukan semuanya sendirian. Tanpa bantuan. Karena itulah, aku disebut Dokter Dingo Yang Hebat! Senandung Dokter Dingo saat bekerja.

DUA

Suatu hari, angin bertiup amat kencang, sehingga merusak rumah Dokter Dingo. Padahal biasanya, ia mengobati hewan-hewan yang sakit di rumah itu. Butuh waktu lama untuk memperbaiki rumah. Dokter Dingo mencoba membangun tenda. Namun sebentar saja, tenda itu roboh tertiup angin kencang.

“Aku dan teman-temanku bisa memperbaiki rumahmu yang rusak, Dokter Dingo. Bagaimana kalau besok?” tawar Berang-Berang, Si Tukang Kayu.

“Ah, cuma rusak sedikit, kok. Aku bisa memperbaikinya sendiri.” jawab Dokter Dingo.

Tapi, Dokter Dingo tak kunjung punya waktu untuk memperbaiki rumahnya. Ia sibuk berkeliling hutan untuk menyembuhkan hewan-hewan yang sakit, karena ia tidak bisa memeriksa mereka di rumahnya yang sedang rusak.

“Aduh…capek juga berkeliling hutan begini.” keluh Dokter Dingo, ketika ia sedang mengeposkan pesan kesehatan di rumah Tapir. Tiba-tiba ia merasa pusing, lalu jatuh pingsan.

TIGA

Saat sadar, Dokter Dingo sudah berada di dalam rumah Tapir. Hewan-hewan lain mengelilinginya.

“Kamu pasti kecapekan, Dokter Dingo. Istirahatlah di rumahku selama beberapa hari sampai sehat. Aku akan merawatmu.” kata Tapir.

Dokter Dingo mencoba bangun, tapi ia merasa lemas. “Aku pulang saja. Aku harus memperbaiki rumahku, merawat kebun tanaman obat, mengirim pesan kesehatan, menyembuhkan hewan-hewan yang sedang sakit….”

“Tenang saja. Kami semua akan membantu. Bukankah kami ini teman-temanmu?” tanya Bangau dan Berang-Berang serempak.

“Ti-tidak usah. Aku bisa melakukannya sendiri…” tolak Dokter Dingo, sambil mencoba bangkit lagi dari tempat tidur. Tetapi, ia jatuh terduduk. Badannya masih terlalu lemah.

Dokter Dingo menghela napas. Merasa sedih sekali. “Aku… bukan Dokter Dingo Yang Hebat lagi…”

Tapir menepuk-nepuk bahu Dokter Dingo, dan berkata. “Di dunia ini, semua pasti membutuhkan teman. Menerima bantuan bukan berarti kamu tidak hebat lagi, Dokter Dingo.”

“Benar… benar! Kamu tetap Dokter Dingo kami yang hebat!” Sahut hewan-hewan lain penuh semangat.

Dokter Dingo sungguh terharu. Tak menyangka bahwa ia memiliki banyak teman yang baik hati.

Ketika Dokter Dingo sudah pulih dan kembali pulang, ia melihat Bangau mengirimkan pesan-pesan kesehatan yang masih tersisa. Kebun tanaman obat tumbuh subur, karena dirawat baik oleh Tikus Tanah, Si Petani. Rumahnya juga sudah diperbaiki oleh para Berang-Berang. Dan yang paling penting, hewan-hewan bisa berobat di sini lagi.

Lalu, siapa yang menjadi dokter selama ia pergi?

Oh, rupanya ada Kalkun yang baru saja lulus dari sekolah dokter!

“Aku sangat mengagumimu, Dokter Dingo! Aku ingin menjadi dokter hebat sepertimu.” kata Kalkun.

“Ah, aku tidak sehebat itu. Tapi, aku beruntung mempunyai teman-teman yang hebat seperti kalian semua. Teman-teman sejati yang mau membantu di saat-saat sulit.” Dokter Dingo tersenyum bahagia.

Ah, hewan sehebat apapun, pasti selalu membutuhkan teman-temannya, bukan?

[ Eryani Widyastuti ]

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca dongeng-dongeng lain? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s