Sekolah Penjajah VS Sekolah Perjuangan


Sekolahpenjajahvspejuang

 

 

“Lha panjenengan lulusan sekolah penjajah. Kalau saya kan lulusan sekolah perjuangan.”

 

Kalimat di atas adalah bahan candaan nenek saya (sekarang 87 tahun) dengan almarhum kakek.

Sekolah penjajah yang dimaksud nenek saya adalah H.I.S. (Hollandsch Inlandsche School), yaitu sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Bertujuan menyiapkan para muridnya untuk menjadi seorang ‘Antenaar’ pegawai yang melayani kepentingan Belanda (syukurlah kakek saya memutuskan keluar sekolah dan ikut agresi melawan Belanda). Tentu saja, bahasa pengantarnya adalah bahasa Belanda, seragamnya bergaya ala Eropa, begitu juga pelajarannya: disesuaikan dengan kepentingan penjajah.

Sedangkan, sekolah perjuangan di mana nenek saya belajar adalah Sekolah Kartini (sejenis Taman Madya Ki Hadjar Dewantara). Sekolah Kartini adalah sekolah khusus perempuan bernapaskan nasionalisme. Dengan pengantar bahasa Jawa, pakaian seragam kebaya tanpa alas kaki, para remaja putri belajar mengenai budi pekerti (pelajaran utama), ketrampilan tangan (seperti menjahit, menggambar, memasak), belajar berhitung, membaca, dan menyanyikan tembang-tembang Jawa yang bermuatan pelajaran ilmu bumi dan nilai-nilai keluhuran budi serta spiritual yang dalam. Tembang Witing Klapa menggambarkan kekayaan pulau Jawa, tembang Ilir-Ilir mengandung nasehat bagi manusia yang ingin menuju Tuhan-nya, dan masih banyak tembang lain yang berisi keutamaan perilaku manusia. Berikut contoh tembang pelajaran Ilmu Bumi saat itu:

 

WITING KLAPA

(plus perkiraan terjemahan dalam bahasa Indonesia)

 

Witing klapa jawata ing arcapada

Saluguning wong wanita

Dhasar nyata, kula sampun jajah praja

Ing Ngayogya-Surakarta

(Pepohonan kelapa bagaikan surga di bumi. (keindahannya masih alami) Seperti kepolosan seorang perempuan. Ini nyata, (sebab) saya sudah menjelajah kota Yogyakarta dan Surakarta.)

 

Tanah Jawi gemah ripah loh jinawi

Pametune angemohi

Nomer siji, tanah ngare, jagung, pari

Palawija mumpangati

(Pulau Jawa subur, makmur, dan sentosa. Hasil buminya melimpah.  Paling utama adalah tanah ngarai (yang menghasilkan) jagung, padi, dan palawija yang sangat bermanfaat.)

 

Cedhak Cepu ana lemahe kang metu

Lenga latung kaya banyu

Lan linuru wong akeh maewu-ewu

Weh pepadhang wanci dalu

(Dekat Pulau Cepu ada tanah yang mengeluarkan minyak tanah seperti air, yang diburu oleh beribu-ribu orang, untuk memberi terang saat malam.)

 

Ing Jepara akeh wong kang ukir-ukir

Golek iwak ing pesisir

Andalidir

Gawe ayem ana pikir

Nora lali cedhak wukir

(Di Jepara, banyak orang yang membuat ukir-ukiran dan mencari ikan di pesisir. Berbaris mengalir (mengikuti alur garis pantai), mendamaikan pikiran, dan tak lupa lokasinya dekat gunung.)

 

Ana pulo kang aran Nusa Kambangan

Dienggoni wong buwangan

Kang kluputan

Dipasrahi penggawean, nandur karet ing kebonan

……..

(Ada pulau yang bernama Nusa Kambangan, ditempati orang buangan (narapidana). Diberi pekerjaan menanam karet di perkebunanan…)

 

Karena muatannya yang sangat ‘lokal dan nasionalis’ ini, tak jarang para guru dimata-matai pihak Belanda saat mengajar. Bahkan waktu itu ada istilah ‘di-Digul-kan’ bagi yang kedapatan mengajarkan hal-hal yang dinilai ‘ekstrim. Artinya, dibuang ke daerah Digul oleh Belanda.

Di Sekolah Kartini, para remaja dibangun kecintaannya pada nilai-nilai lokal dan pemikiran para pejuang pribumi. Tak heran, lulusan sekolah berbasis nasional seperti ini menjadi bibit-bibit pejuang kemerdekaan di kemudian hari.

Pertanyaannya: Lebih condong ke manakah sistem pendidikan Indonesia jaman sekarang?

 

(Eryani Widyastuti)

*Ditulis berdasarkan cerita Nenek.

 

———————————————————————————————————-

Ingin membaca pemikiran-pemikiran lainnya? Klik di sini.

———————————————————————————————————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s